Dunia ini Tidak Berharga

RASULILLAH SAW bersabda: “Sesungguhnya dunia ini dilaknat (dibenci karena tidak berharga) dan dilaknat (pula) apa yang ada didalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan segala yang mendekatkan kepada-Nya, orang alim dan orang yang menuntut ilmu.”
(HR. Tirmidzi)

“Dunia boleh saja ditanganmu atau berada disakumu untuk engkau simpan dan pergunakan dengan niat yang baik. Tetapi jangan meletakkannya didalam hati. Engkau boleh menyimpannya diluar pintu (hati), tetapi jangan memasukkannya ke dalam pintu. Karena hal itu, tidak akan melahirkan kemuliaan bagimu.”
Dunia adalah tempat Senda gurau, permainan, dan perhiasan bagi anak kecil, bukan untuk orang-orang dewasa yang memiliki akal sehat. kita diciptakan bukan untuk permainan dan sibuk dengan dunia dengan melupakan akhirat. Apabila engkau mengambil bagian dunia dengan hawa nafsu, keinginan, dan syahwat, maka apa yang engkau dapat darinya hanya berupa ular, kalajengking, dan racun. Sibukkanlah dirimu dengan akhirat, kembalikan hatimu untuk dekat dengan-Nya. Sibuklah dengan-Nya, setelah itu barulah engkau ambil apa saja yang datang kepadamu (dunia), melalui tangan kemurahan-Nya.”


ALLAH SWT tidak pernah memandang dunia.


RASULULLAH SAW bersabda: “Sejak Allah menciptakan dunia, Dia tidak pernah memandangnya.”
yang dimaksud disini adalah ALLAH SWT tidak pernah memandangnya dengan pandangan rahmat-Nya. Sungguh dunia itu merupakan hijab (penghalang) yang besar. Dengan ujian dunia akan terbukti manakah orang yang bersih dan manakah orang yang cacat. Orang yang masih terdapat cinta dunia didalam hatinya tidak akan bisa sampai pada kelezatan bermunajat kepada-Nya. Karena cinta dunia itu berlawanan dengan ALLAH dan berlawanan dengan sesuatu yang dicintai-Nya.”
Janganlah engkau terlalu cinta dunia. karena sesungguhnya manusia itu dilahirkan dalam keadaan fakir. ALLAH SWT berfirman dalam surat Muhammad : 38
“ALLAH itu kaya, sedangkan kamu semua adalah fakir”Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fakir, karena memang dia tidak membawa apa-apa ketika dilahirkan.


Macam-macam pencari harta :


(1) Apabila dia diberi harta dia tidak suka, dia tidak mengambil harta itu dan benci, karena dia menjaga dirinya dari kejahatan harta dan bahayanya, orang seperti ini di namakan orang zuhud, yaitu orang yang memandang harta sama seperti batu dan tanah dan ini adalah tingkatan tertinggi.
(2) dia tidak gemar terhadap harta dan tidak pula membencinya, dia zuhud apa bila memperoleh harta, orang seperti ini di namakan orang yang ridho.(3) Dia suka kepada harta dari pada tidak ada, tetapi kesukaannya itu tidak sampai membuat dia jadi rakus yang selalu kurang dan ingin bertambah, dia mau mengambil harta itu jika harta itu tidak syubhat dan halal secara mutlak, orang yang seperti ini di namakan orang yang qona’ah, yaitu orang yang menerima dengan ridho apa yang ada ditangannya sendiri, apa yang telah dimiliki,(4) dia tidak punya harta lantaran lemah dan tak bisa mencarinya, dan seandainya masih mampu tentu di carinya sekalipun berpayah-payah, dia akan selalu sibuk mencarinya, orang seperti ini sekalipun tak punya harta, tergolong orang yang rakus dan tercela.(5) yang dibutuhkan itu benar benar sangat dibutuhkan, seperti orang dalam keadaan lapar dan tak punya pakaian, maka mencari harta dalam keadaan seperti ini sekalipun sangat ingin, bukan di namakan cinta harta, karena yang tidak di miliki memang sangat di butuhkan.”

jagalah nikmat yang kau dapat dengan bersyukur, terimalah perintah-Nya dengan membuka telinga, terimalah kesulitan dengan kesabaran dan kemudahan dengan syukur, karena demikianlah keadaan orang orang terdahulu, seperti para Rasul dan orang shalih, mereka selalu bersyukur terhadap nikmat yang diberikan kepadanya dan mereka selalu bersabar atas musibah dan kesulitan yang sedang menimpa dirinya.”
[Syeh Abdul Qodir Jaelani]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *